Kultum 126: Hawariyyun, Kaum yang Setia Ajaran Nabi Isa

Hawariyyun
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.


banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.id – Ternyata dari setiap nabi yang diutus oleh Allah Subhanahu wata’ala ada sebagian dari kaum itu yang menjadi pembela setia nabinya. Sebaliknya, ada pula sebagian kaum yang dengan keras menentang nabinya. Demikian juga apa yang terjadi pada kaum nabi Nabi Isa ‘alaihissalam.

Nabi Isa diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil dan beliau memiliki pengikut setia yang disebut Hawariyyin (atau Hawariyyun). Hawariyyin merupakan gelar untuk pemuda yang rela mempersembahkan jiwa dan raganya untuk membela nabi Isa. Para pengikut pilihan ini telah ditempa oleh berbagai ujian kesabaran dan keimanan.

Kata ‘Hawariyyin’ ini  disebutkan empat kali di dalam Al-Qur’an. Dari empat kali penyebutan ini, tidak satu pun ayat yang menjelaskan secara pasti jumlah mereka. Demikian juga dengan kisah mereka.

Hawariyyin adalah sebagian dari golongan Bani Israil yang beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam. Mereka bersedia untuk membantu, menolong, serta mengikuti segala petunjuk cahaya yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Isa. Menurut Qatadah sebagaimana disebutkan di dalam Tafsir At-Thabari, Hawariyyin adalah orang-orang yang pantas menjadi pengganti para nabi karena mereka adalah pembela sekaligus penolong bagi agama Allah.

Sementara itu, di dalam Tafsir Al-Misbah yang ditulis oleh Quraish Shihab, Hawariyyin merupakan bentuk jamak dari kata ‘hawari’ yang berarti putih bersih. Di dalam Tafsir ini, disebutkan bahwa mereka dinamakan demikian karena pakaian yang mereka kenakan berwarna putih. Bahkan salah satu dari mereka (kaum Hawariyyin ini) ada yang matanya berwarna putih.

Pendapat ulama lain mengatakan bahwa Al-Hawariyyin berasal dari bahasa Habasyah (Habsyi atau Ethiopia) yaitu ‘hawariya’ yang berarti “sahabat yang sangat tulus dan setia”. Kata dan definisi Hawariyyin ini diabadikan di dalam Al-Qur’an,

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ

مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ

نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ

بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Artinya:

Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim” (QS. Ali ‘Imran, ayat 52).

Kelompok Hawariyyun kemudian menyediakan tenaga mereka untuk memperteguh dakwah Nabi Isa. Mereka bersedia melaksanakan seluruh ajarannya, dan meninggalkan ajaran-ajaran yang sesat. Mereka berjanji untuk mengamalkan ajaran agama dan berdakwah dengan sungguh-sungguh.

Di hadapan Nabi Isa ‘alaihissalam, kaum Hawariyyun memberi pernyataan dengan bersaksi, bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Menurut pendapat ahli tafsir, kaum Hawariyyun juga memohon untuk dimasukkan sebagai golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berdo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala agar dimasukkan ke dalam golongan orang yang mengimani ajaran Allah.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *