Kultum 127: Kejarlah Akhirat, Bukan Dunia

Kejarlah Akhirat bukan dunia
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.


banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.id – Kita sering mendengar bahwa jika kita mendahulukan akhirat, pasti dunia akan kita peroleh. Dalam hal ini, Rasulullah menyuruh umatnya agar mengejar akhirat sebagai tujuan utama dan tujuan akhir akhir. Maksudnya, dengan mengejar akhirat, maka dunia akan mengikuti kita dengan mudah.

Maksud yang lebih mendalam dalam pernyataan ini adalah bahwa “jika kita mendahulukan akhirat”, setiap urusan dunia kita akan di permudah oleh Allah Subhanahu wata’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya,  lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Hibban).

Jadi, dengan menomorsatukan tujuan hidup untuk akhirat, maka Allah yang akan memberikan dan mencukupkan kebutuhan dunia. Mungkin di antara kita masih banyak yang bekerja keras mati-matian demi mengejar harta dan mengumpulkan kekayaan dunia. Akan tetapi malah capek, lelah, dan bahkan hingga sekian lama tak kunjung membaik nasib dunianya.

Sementara di sebelah sana, ada orang-orang yang tidak berambisi untuk mengejar kehdiupan dunia. Akan tetapi kehidupan dunianya malah seolah mudah dan lancar-lancar saja. Harta dan kedudukan seolah mengejar dirinya, dan orang pun menghormati dan segan kepadanya. Sungguh hal yang demikian bukanlah sesuatu yang aneh. Sebab, segala sesuatu di dunia ini berada dalam kuasa Allah.

Tidak ada satu urusanpun yang luput dari aturan-Nya yang Maha Mengatur segala Kehidupan. Lebih dari itu, aturan-aturan Allah itu sudah termaktub di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”(QS. An-Nahl , ayat 97).

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan kepada Abu Dzar untaian ayat-ayat pendek berikut,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya:

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar untuknya, dan memberinya rizki dari arah yang tak disangka-sangka (QS At-Thalaq, ayat 2 & 3). Saat Abu Dzar masih merenungkan ayat ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan dan bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ لَوْ أَنَّ النَّاسَ

كُلَّهُمْ أَخَذُوا بِهَا لَكَفَتْهُمْ

Artinya:

Wahai Abu Dzar, jika semua orang mengambil ayat ini niscaya Dia akan mencukupi mereka (HR. Al-Hakim).

Berdasarkan dua ayat pendek dan pesan Rasulullah tersebut, kita bisa pahami bahwa kehidupan dunia ini seharusnya berfungsi sebagai ladang dalam mengumpulkan berbagai amalan untuk akhirat. Dengan kata lain, kehidupan yang baik saat ini adalah kita gunakan untuk mempersiapkan amalan terbaik sebagai bekal menuju hidup dlam keabadian di akhirat kelak. Jangan sampai hidup yang sekali ini, kita gunakan untuk kesibukan dalam mengejar harta dunia semata.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *