Hikmah Malam : Mengetahui Ciri-Ciri Taubat Seseorang Yang Diterima Allah Ta’ala

Ciri-Ciri Taubat Seseorang Yang Diterima Allah
ilustrasi: Taubat
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idDalam kehidupan, manusia tidak pernah lepas dari perilaku salah, baik disengaja maupun tidak. Jika dilakukan dengan sengaja, bisa menambah dosa dunia.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan seluruh umat Islam untuk segera bertaubat. Dengan cara ini, dosa-dosa yang dilakukannya dalam hidupnya bisa terhapuskan.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Namun, tidak mungkin untuk bertaubat dengan sembarangan. Seorang muslim yang ingin bertaubat harus melakukannya dengan niat yang kuat dan murni agar tidak mengulangi perbuatan yang mengarah pada dosa. Pertobatan ini disebut taubat nasuha.

Lalu bagaimana ciri-ciri taubat seseorang yang diterima di sisi Allah SWT? Baca pembahasan selengkapnya di artikel ini.

Memahami Arti Taubat

Sebelum mengetahui ciri-cirinya, sebaiknya ketahui dulu arti taubat. Sebagai informasi, taubat berasal dari kata kerja ‘taaba’ yang terbentuk dari huruf ta, wau, dan ba, sehingga menjadi tawaba yang artinya pulang, kembali, dan penyesalan.

Mengutip buku Cara Bertaubat Menurut Al-Quran dan as-Sunnah karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, ada beberapa hal yang harus terkumpul untuk memaknai arti taubat, yakni sebagai berikut:

  1. Meninggalkan perbuatan dosa
  2. Menyesali apa yang pernah dilakukan, minimal ada perasaan menyesal terhadap perbuatan tersebut. Adapun, kuat dan lemahnya penyesalan tergantung dari kualitas taubat.
  3. Mengetahui kehinaan perbuatan dosa.
  4. Keinginan keras dalam hati untuk tidak mengulangi perbuatan maksiatnya kembali.
  5. Memperbaiki apa yang mungkin dikerjakan, seperti mengembalikan barang yang diambil dan semacamnya.
  6. Taubat hanya boleh dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT semata.
  7. Taubat hendaknya dilakukan sebelum napas sampai di tenggorokan, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menerima taubat seorang hamba selama napasnya belum sampai di tenggorokan.” (HR. Ahmad)
  8. Taubat hendaknya dilakukan sebelum matahari terbit dari arah terbenamnya (barat). Sebagaimana disebutkan dalam sahih Muslim, dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah terbenamnya niscaya Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)

Ibnu Faiz rahimahullah dalam kitabnya Mu’jam Maqaayiisil Lughah memaknai kata taubat sebagai kembali. Artinya, jika seseorang bertaubat atas dosa yang telah dilakukan, maka ia meninggalkan dosa tersebut dan bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat.

Lebih lanjut, Ibnu Manzur rahimahullah mengatakan bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taubat berarti telah kembali dan meninggalkan kebiasaan perbuatan maksiat menuju ketaatan sesuai ajaran Islam.

Allah SWT telah berfirman mengenai taubat yang sebenar-benarnya taubat dalam surat At-Tahrim ayat 8, yakni sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ yā

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.” (QS. At-Tahrim: 8)

Ciri-ciri Taubat yang Diterima Allah SWT

Dijelaskan dalam buku 17 Jalan Menggapai Mahkota Sufi oleh Muhammad Sholikhin, setidaknya ada empat ciri-ciri taubat seseorang diterima Allah SWT sebagaimana disebutkan oleh Al-Jailani dalam Sirr al-Asrar:

  1. Terputusnya hubungan dengan para pelaku kejahatan dan terjalinnya hubungan yang erat dengan orang-orang soleh.
  2. Terhindari dari segala dosa serta adanya kesungguhan untuk menaati Allah SWT.
  3. Senantiasa ingat bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan abadi dibanding kehidupan dunia.
  4. Mengisi waktu hanya untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Tata Cara Taubat Nasuha

Ada sejumlah tata cara ketika seseorang ingin bertaubat nasuha. Mengutip buku Ibadah-ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat agar Taubat Nasuha karya Muhammad Nasrullah, berikut caranya:

  1. Berhenti dari perbuatan dosa ataupun menghindari penyebabnya dan mulai melaksanakan perintah Allah SWT. Khususnya melaksanakan perintah-Nya dalam urusan salat dan puasa, maka setelah bertaubat bisa mulai di qadha jika sebelumnya sempat tidak mengerjakan.
  2. Melakukan salat taubat dan berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT.
  3. Menyesali sepenuhnya dan ikhlas akan perbuatan dosa yang telah dilakukan.
  4. Berjanji untuk tidak mengulanginya kembali dengan sungguh-sungguh.
  5. Melakukan salat taubat.

Perlu diketahui, salat taubat dapat dikerjakan sebanyak 2, 4 rakaat dan seterusnya. Cara mengerjakannya juga seperti salat pada umumnya dan tidak ada ketentuan waktu khusus. Namun sebaiknya dilakukan pada tengah malam setelah salat Isya.

Itu dia penjelasan mengenai ciri-ciri taubat seseorang yang diterima Allah SWT.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *