Ingin Dosa Ketika Pacaran Berguguran? Ustadz Adi Hidayat Mengungkap Rahasianya

Ingin Dosa Ketika Pacaran Berguguran?
Ustadz Adi Hidayat
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idDiakui atau tidak, diperbuat setiap pasangan banyak melakukan dosa saat pacaran. Mulai dari melanggar norma agama hingga etika sosial, pacaran kerap menjadi wadah perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Banyak pasangan yang melakukan aktivitas yang sebaiknya dihindari, seperti berduaan di tempat sepi, kontak fisik yang tidak halal, atau aktivitas lebih serius yang melanggar aturan agama.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam kajiannya pada pertemuan ini menjelaskan bagaimana pernikahan dapat menjadi sarana penghapusan dosa selama pacaran.

Menurut UAH, pernikahan tidak hanya mengikat dua insan secara sah, namun juga mempunyai dampak spiritual yang mendalam.

“Dosa-dosa yang pernah Anda kerjakan selama perjalanan hidup sebelum menikah bisa gugur melalui pernikahan,” ujar UAH, dikutip dari kanal YouTube @wildayatiyoutubechannel994,

Namun, ia menekankan bahwa dosa-dosa tersebut tidak akan hilang hanya dengan pernikahan saja. “Tidak sekedar dengan pernikahannya tapi dengan kalimat-kalimat tobat yang mengalir dari lisan keduanya,” tambah UAH.

Istimewanya Pernikahan

Menurut UAH, pernikahan mengubah status hubungan yang tadinya haram menjadi halal. “Dengan pernikahan, yang haram menjadi halal. Yang tadinya nggak boleh kalau sekarang halal, halal, halal,” jelasnya.

Ini berarti, hubungan yang sebelumnya dilarang dalam Islam menjadi diperbolehkan setelah adanya ikatan pernikahan.

Namun, UAH menekankan bahwa dosa-dosa yang dilakukan selama pacaran hanya bisa digugurkan jika pernikahan tersebut disertai dengan penyesalan yang mendalam atas dosa-dosa yang lalu.

“Dosa-dosa Anda digugurkan semasa pacaran dengan syarat pernikahan itu menghadirkan penyesalan atas dosa-dosa yang lalu,” katanya.

Penyesalan dan taubat adalah kunci dalam proses ini. “Dengan cara Anda bertobat kepada Allah atas perbuatan yang telah dilakukan, dosa-dosa tidak otomatis kemudian gugur hanya karena menikah,” tegas UAH.

Begini Syaratnya

Ia mengingatkan bahwa pernikahan harus disertai dengan permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa yang pernah dilakukan.

UAH juga menjelaskan bahwa permohonan ampun ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Sertakan dengan pernikahan yaitu dengan cara memohon ampunan kepada Allah atas segala yang pernah dikerjakan,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan penyesalan yang tulus adalah bagian penting dari proses pengguguran dosa.

Ia menambahkan bahwa pernikahan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru yang lebih baik. “Pernikahan adalah langkah awal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik di mata Allah,” ungkapnya.

Ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan bahwa pernikahan yang dilandasi dengan niat yang baik dan taubat yang tulus akan membawa keberkahan dalam kehidupan berumah tangga. “Dengan niat yang baik dan taubat yang tulus, pernikahan akan membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *