Banyak Yang Belum Tahu, Mbah Moen Membeberkan Keistimewaan Bulan Muharram

Mbah Moen
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idUlama kharismatik NU KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen pernah bercerita tentang keistimewaan bulan Muharram semasa hidupnya. Menurut Mbah Moen, keistimewaan bulan pertama Hijriah masih sangat sedikit diketahui umat Islam.

Hal itu diungkapkan Mbah Moen ketika dalam salah satu ceramahnya tentang bulan-bulan mulia dalam Islam atau disebut asyhurul hurum, dikutip dari program YouTube ppalanwarsarang.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

“Ada empat (bulan yang dimuliakan). Sekarang jarang orang yang mengetahui hal ini. Yang diketahui hanya bulan Ramadhan. Allah berfirman, bulan itu ada dua belas, ya. Dalam 12 bulan kalau kamu ingin tahu, yang mulia itu ada empat. Minha arba’atun hurum,” katanya, dikutip Sabtu (6/7/2024).

Mbah Moen mengatakan, empat bulan yang dimuliakan Allah itu adalah Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Guru Gus Baha ini pun mengungkapkan alasannya mengapa Muharram dan tiga bulan lainnya yang ia sebut tergolong bulan mulia.

“Kenapa ada arba’atun hurum? Karena bulan yang bisa menjadikan dekat sama Allah itu ada dua, yaitu bulan Rajab dan bulan Muharam. Jadi rajab syahrullah wa al muharram syahrullah,” tuturnya.

“Nah, yang dua itu yang menjadikan mulia. Dekat sama Allah itu enak. Yaitu bulan Selo (Dzulqo’dah) dan Besar (Dzulhijjah),” lanjut Mbah Moen.

Berdasarkan penjelasan Mbah Moen dapat diketahui bahwa keistimewaan Muharram adalah termasuk bulan yang dimuliakan Allah. Mbah Moen menyebut Muharram dan Rajab adalah bulannya Allah. Dua bulan ini yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Amalan-Amalan Muharram

Muharram adalah bulan momentum untuk meningkatkan amal saleh. Mengutip NU Online Lampung, setidaknya ada 12 amalan yang dianjurkan dilakukan pada bulan Muharram. Berikut daftarnya.

  1. Melakukan salat
  2. Berpuasa
  3. Menyambung silaturahim
  4. Bersedekah
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.

Nadzam Amalan Muharram

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama mengawetkannya dalam bentuk nadzam, sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur.

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: “Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah,sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali.”

Wallahu a’lam.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar