Hikmah Pagi: Masalah Jantung, Solusinya Mudah, Menjaga Lidah!

Menjaga Lidah
ilustrasi: Menjaga Lidah/lisan
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idSeprei Kasur bekas dijadikan tempat tidur malam. Terlihat bergelombang di sana-sini. Tanda bekas ditempati. Boleh jadi bekas ditempati tidur orang yang memiliki resah-gelisah dalam hati. Menciptakan adegan yang mengganggu suasana hati.

Apakah bisa segera dirapikan lagi? Untuk membuatnya lebih sederhana. Ambil penebah. Diayunkan sedikit kesana kemari. Sebentar lagi spreinya akan semakin rapi. Siap untuk dihuni kembali. Sederhana, bukan?

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Beberapa dari kita mungkin tidak peduli. Karena ilmunya masih perlu digali. Tapi ahli histologi. Khususnya ahli patologi anatomi. Gambaran sprei yang digunakan sebelumnya akan mengingatkannya apakah susunan otot jantungnya sudah rapi atau belum.

Sediaan histologi otot jantung yang mengalami proses patologis, menderita sakit, terutama yang lanjut. Bisa menimbulkan gambaran sangat mirip dengan seprei yang bekas ditempati tidur. Apalagi orang yang memiliki jantung acapkali resah gelisah. Hati ‘dilamun’ gelombang, kurang tenang.

Apa solusinya? Apa bisa semudah mengayun penebah lalu segera berubah? Rapi lagi pertanda sudah mulai sehat kembali.

Tahan dulu! Sebagian harus menempuh jalan darurat. Duit segudang amblas, tapi jantung belum bisa selamat. Lalu dijemput kiamat. Kiamat dekat bagi seorang yang menjadi mayat.

Sebagian lagi masih bisa selamat. Melalui beberapa tahap pengobatan, dalam negeri, luar, dalam lagi dan luar lagi. Bertubi namun akhirnya bisa kembali sehat. Walau masih harus selalu dirawat.

Sebagian kecil mungkin. Ada yang segera bertaubat. Menebar manfaat melalui harta yang berlipat-lipat. Tebar keluarga, kerabat, sanak-famili, yatim-piatu, fakir-miskin, ART, cleaning service, security, sarana ibadah, dan seluruhnya di jalan Tuhan.

Sambil terus bermunajat kepada-Nya melalui upaya medis dan doa. Memohon maaf dan ampunan-Nya. Juga memohon maaf pada siapa pun yang dijumpa. Memohonkan maaf kepada siapa pun yang diingatnya. Baik yang diduga berjasa maupun yang dikira bersalah kepadanya.

Taubatnya terbilang nasuha. Prestasi taubat yang berpotensi diijabahi-Nya. Dia selamat. Kembali sehat sempurna. Tim medis pun bahkan tak mampu lagi menelisik satu, dua atau berapa pun gangguan yang dulunya pernah ada.

Gambaran sel-sel jantungnya kembali rata, tersusun rapi, seperti seprei mulus sebelum ditempati. Indah sekali.

Adakah jalan mudah, ringan, semudah dan seringan mengayun penebah? Hayo kita lihat fakta. Dari yang dulu, setelahnya, kemudian bagaimana tokoh sains berkata?

Pernah dulu ada seorang bijak yang memiliki penuh hikmah. Ia bernama Luqman al-Hakim. Luqman si ahli hikmah. Bukan Nabiy, bukan pula Rasul. Tapi yang aneh, namanya terpampang di dalam Al-Qur’an kitab suci. Berulang kali. Sekali menjadi nama surat, sekali masuk rangkaian ayat. Istimewa sekali. Bagaimana gerangan kisahnya?

Rupanya beliau hanyalah seorang pelayan raja. Kulitnya berwarna hitam. Sementara mungkin sebagian ada yang mengira orang-orang yang semisal dengannya biasa-biasa saja. Kalau tidak terlanjur menamai hina. Benarkah?

Pernah suatu ketika sang raja memerintahkannya menyembelih seekor domba. Lalu meminta Luqman membawakan kepada raja bagian yang terbaik dari domba itu. Luqman segera melakukannya. Dia membawakan sang raja jantung dan lidah domba. Raja diam tak berkata apa-apa.

Di lain waktu sang raja memintanya pula. Menyembelih seekor domba yang serupa. Dimintanya Luqman untuk mengambilkan untuk raja. Bagian yang paling buruk dari domba itu. Lukman pun bersegera melakukannya. Ia segera membawakan jantung dan lidah domba.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *