Mengapa Puasa Dapat Mendorong Ibadah Lainnya? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Puasa Dapat Mendorong Ibadah Lainnya
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.id Dalam salah satu ceramahnya, Ulama muda Ustadz Adi Hidayat (UAH) menunjukkan pentingnya puasa sebagai amalan yang dapat Mendorong banyak amal ibadah lainnya.

Menurut UAH, puasa mempunyai kekuatan untuk mendorong seseorang melakukan berbagai ibadah lainnya.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

“Jika Anda ingin mengamalkan satu amalan yang bisa diikuti banyak amalan lain, pilihlah puasa. Rumus nabinya adalah puasa. Dengan puasa, amal-amal lain akan mengikuti,” ujar UAH dalam ceramahnya, dikutip di kanal YouTube @abdulazistrisdianto2024.

UAH menjelaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual. “Saat Anda berpuasa, sholat sunnah dan sholat fardhu menjadi lebih teratur.

Jika tidak berpuasa, terlambat sholat fardhu mungkin terasa biasa saja. Tapi saat berpuasa, ketinggalan sholat sunnah pun bisa membuat Anda gelisah,” katanya.

Maksiat dapat Ditekan dengan Puasa

Selain meningkatkan kualitas sholat, puasa juga mendorong seseorang untuk lebih sering membaca Al-Qur’an. “Ketika berpuasa, ada dorongan kuat untuk membaca Al-Qur’an. Jika tidak berpuasa, jarang sekali ada keinginan seperti itu,” tambah UAH.

Puasa juga memotivasi seseorang untuk lebih peduli terhadap sesama. “Saat tidak berpuasa, melihat orang yang membutuhkan mungkin belum tentu langsung dibantu. Tapi saat berpuasa, bahkan yang tidak terlihat oleh mata pun Anda catat dan bantu,” jelasnya.

UAH mengingatkan bahwa puasa juga dapat menekan kecenderungan untuk melakukan maksiat.

“Orang yang berpuasa cenderung meninggalkan maksiat. Ketika diklakson orang lain, bisa saja marah. Tapi saat berpuasa, bisa menahan diri, minimal karena takut batal puasanya,” katanya.

Menurut UAH, puasa juga membawa perubahan positif dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Jadikan Puasa sebagai Amalan Rutin

“Dengan berpuasa, Anda lebih sabar, lebih tenang, dan lebih fokus pada ibadah,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, UAH juga menyebutkan bahwa puasa di bulan istimewa seperti uharram seharusnya memiliki efek yang lebih besar dalam meningkatkan kepedulian sosial.

“Saat puasa, kita lebih peka terhadap kebutuhan fakir miskin dan anak yatim. Kita mencari mereka dan membantu dengan sepenuh hati,” katanya.

UAH berharap agar umat Islam dapat menjadikan puasa sebagai amalan rutin, bukan hanya di bulan Ramadan.

“Puasa sunnah di luar Ramadan juga memiliki banyak keutamaan. Jadikan puasa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, UAH mengajak umat Islam untuk merenungkan hikmah di balik puasa. “Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga mendidik jiwa untuk lebih sabar, lebih taat, dan lebih peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *