Kultum 494: Memukul Ayah Karena Ayah Memukul Ibu

Memukul Ayah Karena Ayah Memukul Ibu
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.co.id – Dalam sebuah tanya-jawab, seorang peserta bertanya, “Apa hukum Islam bagi orang yang membela ibunya karena ayahnya menyakitinya dan memukulnya, lalu ia memukul ayahnya dan membentaknya? Jika ini terjadi pada saat marah, ketika dia sangat marah, apa yang harus dia lakukan, terutama karena dia sangat menyesalinya dan takut kepada Allah, semoga dia dimuliakan dan ditinggikan, dan berharap dia tidak melakukan itu?” Pertanyaan ini dijawab pemater sebagai berikut. Segala puji bagi Allah. Hak-hak orang tua sangat besar, bahkan jika mereka kafir. Allah Ta’ala berfirman,

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ

لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا

فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ

اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ

بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya:

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (QS. Luqman, ayat 15).

Ibnu Katsir Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Allah memerintahkan kebaikan terhadap orang tua, bahkan jika mereka menyekutukan-Nya, dengan cara yang sesuai dengan mereka”. Dan Allah Subhanahau wata’ala berfirman,

وَاِذۡ اَخَذۡنَا مِيۡثَاقَ بَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ لَا

تَعۡبُدُوۡنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا

Artinya:

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua (QS. Al-Baqarah, ayat 83).

Dan ada banyak ayat yang berbicara tentang hal ini. Dalam as-Shahihain juga diriwayatkan bahwa Ibn Mas’ud Radhiyallalhu ‘anhu berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Amal apa yang paling dicintai Allah?’ Dia bersabda, “Sholat dilakukan tepat waktu”. Saya berkata, “Lalu yang mana?” Dia bersabda, “Menghormati orang tua”, Saya berkata, “Lalu yang mana?” Dia bersabda, “Jihad di jalan Allah”. Ibn Mas’ud berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberi tahu saya tentang mereka, dan jika saya memintanya lebih banyak, dia akan memberi tahu saya lebih banyak. Syekh as-Sa’di Radhiyallalahu ‘anhu berkata, “Sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk memenuhi hak-hak-Nya dengan menjauhi syirik, yang berarti beriman kepada Tauhid, Dia juga memerintahkan kita untuk memenuhi hak-hak orang tua, sebagaimana Dia berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ

وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ

اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu (QS. Luqman, ayat 14).

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *