Buya Yahya Menjelaskan Konsep Kekayaan dan Tahta Sebagai Sarana Menuju Allah

Konsep Kekayaan dan Tahta
Buya Yahya
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idBanyak orang yang salah mengira bahwa kekayaan berlimpah atau status tinggi hanyalah pertanda kebahagiaan duniawi.

Padahal, jika dikelola dengan niat yang benar dan digunakan untuk tujuan yang baik, kekayaan dan tahta bisa menjadi alat yang ampuh untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

KH Yahya Zainul Ma’rif atau akrab disapa Buya Yahya memberikan penjelasan detail mengenai konsep harta dan tahta dalam pertemuannya yang salah satunya diunggah di channel YouTube @AlBahjahTv.

Buya Yahya menegaskan, kekayaan dan takhta hanyalah sarana untuk mencapai tujuan utama mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Buya Yahya dalam ceramahnya mengatakan bahwa orang yang cerdas akan menjadikan harta dan singgasana sebagai alat untuk mencari keridhaan Allah.

Begini Sikap Orang Cerdas

“Orang cerdas itu akan menjadikan sarana untuk sampai kepada tujuan, tapi yang bodoh dia akan berada di sarana,” ujarnya.

Ia mengibaratkan harta dan tahta seperti mobil yang dikirim untuk bertemu dengan suami. “Anda itu dikirim mobil untuk ketemu suamimu. Kalau anda dalam mobil saja menikmati mobil, tidak ketemu suami, enak asyiknya mobil, suaminya nunggu di dalam rumah,” jelasnya.

Buya Yahya menekankan bahwa harta dan tahta yang diberikan oleh Allah seharusnya digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

“Dikirim kekayaan oleh Allah untuk meluncur kepada Allah. Karena kekayaanmu, engkau bisa meluncur kepada Allah dengan secepat-cepatnya,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa kekayaan bisa digunakan untuk membantu fakir miskin dan membangun pondok pesantren.

Selain itu, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya menggunakan tahta dengan benar. “Allah beri tahta makanya sampaikan, ‘Hei yang punya tahta, dari Pak RT-nya sampai presidennya, sebenarnya tahtamu itu berkata aku dikirim oleh Allah kepadamu untuk meluncur kepada Allah,’” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tahta seharusnya digunakan untuk berkhidmat dan melayani Allah serta masyarakat.

Tahta yang Ada Sebenarnya Begini

Buya Yahya mengajak para pemimpin untuk memahami bahwa tahta yang mereka miliki adalah amanah dari Allah.

“Tahta yang kalian miliki itu adalah sarana yang dikirim oleh Allah untuk digunakan dengan baik agar sampai kepada Allah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pemimpin yang bijak adalah mereka yang menggunakan kekuasaan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa harta dan tahta bukanlah tujuan akhir.

“Harta dan tahta adalah alat untuk mencapai tujuan, yaitu mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Buya menekankan pentingnya memiliki niat yang ikhlas dalam menggunakan harta dan tahta.

Buya Yahya juga mengingatkan umat Muslim agar tidak terjebak dalam kenikmatan duniawi. “Jangan sampai kita terjebak dalam kenikmatan duniawi dan lupa akan tujuan utama kita, yaitu mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Ia mengajak umat Muslim untuk selalu mengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan yang paling penting adalah persiapan untuk kehidupan akhirat.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *