Jepang Konfirmasi Kasus Pertama Kematian akibat Virus Corona

Foto: Getty Images
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Tokyo, hajinews.id-Jepang menjadi Negara ketiga di luar China yang mengkonfirmasi adanya kematian akibat virus corona. Sebelumnya, kematian akibat virus bernama COVID-19 itu terjadi di Hongkong dan Filipinan.

Jepang mengonfirmasi kasus pertama kematian akibat virus corona tipe baru pada Kamis (13/2). Menurut Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, korban meninggal adalah seorang pasien perempuan berusia sekitar 80 tahun yang tinggal di Prefektur Kanagawa, tak jauh dari Tokyo.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Korban merupakan warga negara Jepang yang telah jatuh sakit pada Januari dan didiagnosis menderita pneumonia pada 1 Februari. Kato menjelaskan, setelah pasien menunjukkan gejala pneumonia, dia dirawat di rumah sakit.

Uniknya, perempuan itu pun terkonfirmasi terkena virus corona justru setelah meninggal dunia. Kasus ini pun, menurut Kato, akan diselidiki untuk melacak rute penularan yang terjadi.

Jepang menjadi negara di luar China yang mendapatkan kasus virus Covid-19 terburuk dari lebih dari puluhan negara dan wilayah lainnya. Kondisi ini terjadi karena berlabuhnya kapal pesiar yang sedang dikarantina mengangkut ribuan orang.

Kapal pesiar tersebut telah menambah 44 kasus lagi pada Kamis, sehingga total kasus terinfeksi di Jepang menjadi 219 orang. Namun, pihak berwenang mengatakan, beberapa orang tua akhirnya diizinkan untuk turun pada Jumat.

“Di luar kasus di kapal pesiar Diamond Princess, kami tidak melihat peningkatan dramatis dalam transmisi di luar China,” kata Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan.

Dikutip dari The Guardian, selain kasus di kapal pesiar, pihak berwenang Jepang juga mengonfirmasi dua kasus tambahan lagi. Kasus virus Covid-19 itu terjadi pada seorang dokter berusia 50-an yang bekerja di sebuah rumah sakit di Jepang barat dan seorang lelaki berusia 20-an yang tinggal di Chiba, dekat Tokyo.

Mereka berdua tidak ada yang memiliki catatan bepergian ke luar negeri dalam beberapa pekan terakhir atau kontak dengan warga negara China. Kasus keduanya menjadi tanda yang mungkin bahwa virus telah menyebar di Jepang. (wh/republika)

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *