Jogjakarta Tidak Terapkan Lockdown, Tapi Calmdown

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Antara
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



JOGJAKARTA, hajinews.id-Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sultan Hamengku Buwono X menyatakan belum akan mengunci wilayahnya (lock-down) untuk mencegah penularan COVID-19.

“Daerah Istimewa Jogjakarta belum menerapkan lockdown, melainkan calmdown untuk menenangkan batin dan menguatkan kepercayaan diri agar eling lan waspada (ingat dan waspada). Eling atas maha pencipta dengan laku spiritual, lampah ratri, zikir malam, mohon pengampunan dan pengayomannya,” kata Sultan saat menyampaikan pesan kepada masyarakat di Bangsal Kepatihan, Jogjakarta, Senin.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Raja Keraton Jogjakarta ini berharap masyarakat Jogjakarta sebisa mungkin ikut membantu memperlambat merebaknya pandemi COVID-19 dengan cara membersihkan diri dan lingkungan masing-masing.

“Waspada melalui kebijakan slowdown sedapat mungkin memperlambat merebaknya pandemi penyakit corona dengan cara reresik diri dan lingkungannya sendiri-sendiri,” kata dia.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa tidak sehat agar sukarela berinisiatif mengisolasi diri selama 14 hari secara mandiri.

“Kalau merasa tidak sehat harus memiliki kesadaran dan menerima kalau wajib mengisolasi diri pribadi selama 14 hari, sama dengan masa inkubasi penyakitnya,” kata Sultan.

Sultan juga meminta masyarakat Jogjakarta dapat menjaga diri serta keluarga dari COVID-19 dengan menerapkan jarak aman dalam berinteraksi serta menghindari kerumunan kecuali kondisi amat mendesak.

Menurut dia, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan bahwa dalam dirinya benar-benar sehat dan terhindar dari bibit penyakit.

“Pesan saya singkat, waspadalah dan berhati-hatilah saudara-saudaraku, do’aku buat seluruh warga. Sehat, sehat, sehat semoga Gusti Allah berkenan meridhainya. Amin,” kata Sultan.

Menurut data Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta, hingga 22 Maret 2020 total tercatat sebanyak lima pasien positif COVID-19 yang satu di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Data Pemda DIJ juga menunjukkan bahwa hingga 22 Maret 2020, pemeriksaan COVID-19 sudah dilakukan pada 76 orang, 20 di antaranya hasilnya negatif, 58 lainnya masih dalam tahap pemeriksaan, dan 2 meninggal sebelum keluar hasil laboratorium. (wh/ant)

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *