Wamenag Sebut Rumah Ibadah Semestinya Tak Hanya untuk Kegiatan Agama

banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Jakarta, Hajinews.id — Wakil Menteri Agama yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) Zainut Tauhid Sa’adi ikut meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masjid Istiqlal. Wamenag mengatakan bahwa rumah ibadah sudah semestinya tidak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja.

Menurutnya, pembangunan Rumah Sehat ini adalah langkah nyata menjadikan rumah ibadah tidak hanya pusat keagamaan namun juga pusat layanan kesehatan.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

“Istiqlal adalah lambang moderasi Indonesia, semoga langkah kita hari ini memacu masjid-masjid yang lainnya untuk bertransformasi menuju arah yang lebih baik,” ujar Wamenag di plaza Al Jabar Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (29/4/2022).

Dikatakan Wamenag, menjadikan masjid dengan fungsinya yang luas adalah bagian dari titah agama, sebagaimana Rasulullah SAW menjadikan masjid di Madinah sebagai pusat kajian pendidikan dan ekonomi. “Hari ini kita tengah berupaya untuk memperluas fungsi masjid. Fungsi pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan adalah sangat mungkin kita kembangkan di masjid-masjid seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wamenag mengatakan bahwa Kementerian Agama telah menggariskan kebijakan holistik terkait peran dan fungsi masjid. Dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama 2020-2004 dijelaskan, menjadikan masjid yang ramah dan nyaman adalah salah satu target lima tahun hingga 2024. Hal ini tak lain didasari kesadaran bahwa masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan juga memiliki peran di bidang lain, termasuk kesehatan.

“Hadirnya rumah sehat BAZNAS bekerjasama dengan Masjid Istiqlal merupakan langkah berikutnya untuk menjadikan masjid lebih luas fungsinya. Dengan kapasitas jamaah yang besar, Masjid Istiqlal sangat membutuhkan layanan kesehatan yang representatif. Layanan kesehatan ini tentunya akan semakin memperkuat peran Masjid Istiqlal dalam pelayanan keumatan,” ungkapnya lagi.

Senada dengan Wamenag, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Masjid Istiqlal perlu melakukan beberapa penyempurnaan sebagai salah satu destinasi presidensi G20. “Masjid Istiqlal memerlukan klinik untuk penyempurnaan fungsi dari masjid yang selama ini tidak hanya digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan,” terang Nazaruddin.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Indonesia Suhajar Diantoro, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan dan Pasar modal Kementerian Keuangan Suminto dan pengurus BAZNAS.

Sementara Ketua BAZNAS Noor Achmad menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan pembangunan Rumah Sehat BAZNAS di Masjid Istiqlal. Dia mengatakan bahwa upaya ini sebagai bentuk penyempurnaan terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Rumah Sehat ini diperkirakan akan rampung pada bulan Oktober 2022, sebelum pelaksanaan Presidensi G20 sehingga bisa menjadi penyempurna destinasi di Masjid Istiqlal yang merupakan icon Moderasi di Indonesia,” pungkas Noor Achmad.(dbs)

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *