Mengenal Tapak Kaki Nabi Ibrahim di Depan Kabah

Tapak kaki Nabi Ibrahim
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.id,- Salah satu situs terkenal di masjidil haram depan kabah adalah maqom Ibrahim. Maqom berarti tempat, bukan makam, melainkan bangunan suci berupa tapak kaki Nabi Ibrahim.

Sebuah penelusuran menyebutkan bangunan tersebut sempat dipindahkan lokasinya. Dulu, diketahui letak bangunan suci tersebut sangat dekat dengan Kakbah. Tetapi, sekarang bangunan tersebut sudah menjauh sekira 10 meter dari fisik Kabah.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Fakta tersebut coba dijelaskan Mohi Eddine Hashemi, seorang peneliti yang fokus pada urusan dua masjid suci di Arab Saudi. Dalam keterangannya di Al Arabiya, Eddine menjelaskan, Allah sengaja meninggalkan jejak kehidupan Nabi Ibrahim melalui batu hitam yang sebelumnya ada di dekat Kabah. Batu tersebut sebelumnya dipergunakan untuk keperluan pembangunan Kabah.

Jejak kisah Nabi Ibrahim as pun terlihat dari adanya bekas telapak kaki yang sampai sekarang kondisinya kurang lebih sama. Eddine menceritakan, saat menyelesaikan pembangunan Kabah, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu tersebut. Kemudian kakinya menukik ke dalam batu tersebut dan setelah itu, telapak kaki Nabi Ibrahim as terus dijaga sampai sekarang.

Sepanjang sejarah, lanjut Eddine, bangunan tersebut berdekatan dengan Kabah dan tetap berada di kawasan tanah suci Makkah. Namun, bukan berarti kondisinya 100% sama. Eddine menjelaskan, jejak telapak kaki Nabi Ibrahim itu mulai memudar, karena seringnya tersentuh tangan manusia bertahun-tahun. Keadaan tersebut membuat batu itu mulai menipis.

Sementara itu, mengenai pemindahan batu tersebut ke lokasi yang sekarang berada diketahui merupakan tindakan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Jadi, setelah Nabi Muhammad menaklukan Makkah, ada inisiatif untuk memindahkan letak maqom tersebut. Alasannya adalah untuk memfasilitasi ritual tawaf dan agar memungkinkan para tamu Allah SWT bisa dengan leluasa berdoa di belakang Maqom Ibrahim seperti yang dijelaskan dalam Alquran.

Menurut sejarawan, penguasa pertama yang memegang kekuasaan di haramain adalah Khalifah Abbasiyah al-Mahdi. Setelah itu, Khalifah Al-Mutawakkil menutupi maqom Ibrahim dengan emas dan perak untuk memperkuat tempat tersebut.

Di era Kerajaan Arab Saudi, khususnya pada masa pemerintahan Raja Faisal, perluasan kawasan Kakbah dilakukan. Maqom suci itu pun tetap dipertahankan posisinya. Keberadaan bangunan suci dianggap tidak menggangu pergerakan umat yang sedang beribadah. Untuk melindungi telapak kaki tersebut semakin buruk kondisinya, bangunan suci itu dilapisi perak dengan kaca kristal yang kuat.

Pada masa Raja Fahd, renovasi pun kembali dilakukan. Untuk memaksimalkan penjagaan, batu hitam tersebut sekarang ini dilapisi kaca buram tahan panas dan bangunannya sendiri tertutup tembaga dan terbungkus emas. Upaya itu dilakukan agar menjaga keaslian batu hitam yang menjadi bukti nyata kehidupan Nabi Ibrahim as yang akhirnya bisa dijadikan pelajaran bagi kehidupan manusia.(Diunggah kembali dari Okezone 18/8/17 dengan beberapa perbaikan).

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar