Hikmah Pagi: Keutamaan Menangguhkan atau Menghapuskan Hutang

menangguhkan hutang
ilustrasi beri uang, bayar utang
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.id,- Dalam hubungan perdata dan sosial adakalanya hutan piutang menjadi masalah, terutama jika berhadapan dengan orang yang sedang kesulitan. Dengan alasan belum ada dana akhirnya hutang tertunda-tunda. Sementara ada orang lain yang sengaja menunda hutang karena ada maksud memutar uangnya dulu sehingga tidak menyegerakan hutang.

Sebuah hadits menyatakan:  “Barangsiapa yang merasa senang jika diselamatkan oleh Allah dari derita hari kiamat, maka hendaknya ia menangguhkan orang yang sedang berutang atau menghapus utangnya.” (HR.Muslim, no. 4083).

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa menangguhkan pembayaran utang orang yang dalam kesusahan atau membebaskannya dari utang itu, maka di hari kiamat Allah akan menaunginya di bawah Arasy-Nya, ketika tidak ada naungan kecuali naungan Allah.” (H.R. Ahmad).

Menghadapi orang yang berutang merupakan ladang pahala. Jika kita bisa bersabar dengan sikap terbaik kita terhadap mereka dengan memudahkan, memberinya kesempatan, tidak semakin mempersempit, menyulitkan dan menambah bebannya, kita akan meraih kemudahan di akhirat kelak.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesulitan saudaranya di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di akhirat. Barangsiapa memudahkan saudaranya yang dalam kesukaran, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan selalu menolong seorang hamba selama ia selalu menolong saudaranya.” (H.R. Muslim).

Keutamaan Menghapus Utang, Keutamaan Menghapus HutangSungguh kabar gembira bagi orang-orang yang memiliki banyak piutang, sesungguhnya piutang tersebut dapat membawa pada keselamatan di akhirat kelak, yakni jika piutang tersebut ditangguhkan atau bahkan direlakan dengan jalan menghapusnya.

Kita mengenali sedekah, wakaf, dan zakat sebagai amalan shaleh yang luar biasa balasannya di sisi Allah, namun kita luput terhadap keutamaan menangguhkan utang dan bahkan menghapus utang.

Padahal memberi kelonggaran pembayaran bagi orang yang berutang, atau bahkan membebaskan utang tersebut dari orang-orang yang kesulitan membayarnya merupakan hal yang amat besar manfaatnya.

Berikut ini beberapa keutamaan menghapus utang orang lain atau menangguhkanya:

  1. Berada di bawah naungan Allah di hari Kiamat

Ketahuilah bahwa pada saat kiamat takkan ditemui naungan selain naungan Allah, dan tak sembarang orang memperoleh kenikmatan untuk dinaungi olehNya.

Salah satu orang yang berhak atas nikmat tersebut adalah seseorang yang menangguhkan atau membebaskan utangnya terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan:

“Barangsiapa yang meringankan orang yang berutang atau menghapus utangnya maka ia berada di bawah ‘Arsy Allah Subhanahu waTa’ala pada hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 22612)

  1. Dijauhkan dari api neraka

Siapa yang tak ingin mendapat jaminan terpelihara dari api neraka? Sungguh, seseorang yang memberi kelonggaran membayar utang atau bahkan membebaskan utang tersebut akan dipelihara Allah dari api neraka yang menyala-nyala.

“Barangsiapa yang memberikan kelonggaran waktu bagi orang yang berutang atau membebaskan utangnya, niscaya Allah akan memeliharanya dari panas api neraka.” (HR. Ahmad, no. 3017)

  1. Setiap hari yang ditangguhkan dihitung sebagai satu sedekah

Kalaupun tidak membebaskan utang, hanya sekadar memberi waktu penangguhan, maka setiap hari yang ditangguhkan itu akan dihitung sebagai satu sedekah baginya.

“Barangsiapa yang menangguhkan utang orang yang sedang dalam kesulitan maka baginya setiap hari satu sedekah sampai jatuh tempo pelunasan utangnya. Jika telah jatuh tempo pelunasan lalu dia menangguhkannya kembali maka baginya dua sedekah.” (HR.Ahmad, no.33060)

  1. Mendapatkan ampunan Allah

Bahkan seorang laki-laki yang tak memiliki amalan shaleh pun bisa mendapat ampunan Allah karena keluwesannya dalam memberi kelonggaran pembayaran utang.

“Dahulu kala, ada seorang laki-laki memberikan utang kepada orang banyak, maka ia berkata kepada budaknya, ‘Jika kamu menemukan ada yang sedang kesulitan (tidak mampu membayar utang) maka maafkanlah dia, semoga Allah memaafkan kita.’ Pada saat ia meninggal dunia maka Allah memaafkannya.” (HR. Bukhari, no.1972; Muslim, no. 4081)

Dalam hadits yang lainnya Rasulullah bersabda:

Sahabat, semoga kita masuk dalam golongan orang yang memudahkan kesulitan orang lain terutama orang-orang yang sedang terlilit utang dan kesulitan melunasinya.

Mudah-mudahan Allah mengaruniakan sifat pemaaf dan pemurah untuk kita, serta menjauhkan sifat kikir atau bakhil.  Aamiin. (fur/dbs)

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *