Jika Koalisi Perubahan Gagal Terbentuk, Pilpres 2024 Diramalkan Hanya Diikuti “All Jokowi’s Men”

banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.id — Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, jika Koalisi Perubahan gagal terbentuk maka Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 hanya akan diikuti oleh orang-orang kepercayaan Presiden Joko Widodo. Situasi itu pun dianggap bakal menguntungkan dua pihak, yaitu Istana dan PDI-P.

“Dari segi penantang, karena belum jelas, maka sangat mungkin nanti yang bertanding itu all Jokowi’s men,” sebut Adi kepada Kompas.com, Senin (9/1/2023).

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Adapun Koalisi Perubahan terdiri dari Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Demokrat, meski belum dideklarasikan.

Dia memprediksi, jika koalisi gagal membangun kesepakatan, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bakal diikuti oleh dua kandidat saja, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan.

“Asumsinya kalau betul Ganjar yang diusung (PDI-P) dan KIB merapat ke Ganjar, mungkin yang akan menjadi lawan adalah porosnya Prabowo, entah berpasangan dengan siapa pun,” papar dia.

Akan tetapi, dia menilai, pihak Istana bakal diuntungkan, sebab keduanya adalah figur yang dekat dengan Jokowi.

“Bagi Jokowi, tidak ada persoalan karena tidak terlampau rumit membayangkan bahwa legacy politiknya pasti dilanjutkan untuk 2024 ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, kondisi tersebut juga bakal memberi keleluasaan bagi PDI-P untuk mengusung Puan Maharani sebagai capres. Pasalnya, tak ada yang perlu ditakuti ketika poros Koalisi Perubahan tak jadi terbentuk, dan Anies Baswedan gagal ikut pilpres.

“Kalau Anies tidak dapat tiket, maka PDI-P sangat confident untuk mengusung Puan Maharani, karena PDI-P berhitung, siapa pun yang dilawan adalah teman-teman koalisinya kan,” imbuh dia.

Saat ini, Koalisi Perubahan tak juga terbentuk salah satu dugaan yang menjadi ganjalan adalah alotnya negosiasi soal figur calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies.

Demokrat terus menyatakan dukungannya agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa menjadi cawapres. PKS pun tak mau kalah dengan mengusulkan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher berpasangan dengan Anies.

Sumber: kompas

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *