Gaza Menggagalkan Proyek “Dhirar”

proyek "Dhirar"
Dr. Abdullah al-Ghailani
banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. Abdullah al-Ghailani, Akademisi dari Oman dan pakar strategi. Doktor bidang hubungan internasional lulusan Universitas Durham, Inggris

Hajinews.co.id – Kami tidak akan pernah bosan menegaskan bahwa pertempuran Badai al-Aqsa termasuk salah satu ملحمة/malhamah (pertempuran heroik dan fenomenal) paling menonjol dalam sejarah umat. “Malhamah” ini paling menonjol dalam sejarah konflik melawan Yahudi sepanjang 70 tahun lebih. “Malhamah” ini layak diposisikan sejajar dengan pertempuran Yamamah, Nahawand dan Hittin.

Bacaan Lainnya


Hasil perang tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah korban yang terbunuh dan terluka, tidak pula oleh seberapa banyak pampasan yang didapat. Tetapi ditentukan oleh seberapa besar perubahan geopolitik yang terjadi sesudahnya, sebagai salah satu buah dan hasil pertempuran.

Berbagai implikasi dan perubahan yang terjadi setelah pertempuran itulah yang menjadi ukuran untuk menilai inti pertempuran.

Saya tidak mengatakan bahwa Badai al-Aqsa telah mengembalikan sinar terang (optimisme) masalah Palestina, karena dalam pandangan kaum Muslimin sejati sinar terang itu tidak pernah padam. Tetapi Badai al-Aqsa telah mengembalikan posisi isu Palestina dalam berbagai perhitungan geostrategi regional dan internasional, sekalipun tetap menjadi issu utama dalam kesadaran bangsa Arab.

Posisi masalah Palestina telah menjadi seperti tubuh yang tercaki-cabik, diperebutkan antara otoritas Palestina yang tidak kuasa membuat keputusan, pemerintahan Zionis yang bernafsu ingin memusnahkan, dan rezim-rezim Arab yang sakit karena mengikuti telunjuk Amerika ke arah mana diarahkan. Kekuatan besar digunakan untuk mengubur hidup-hidup issu Palestina, tetapi hal tersebut tidak akan tercapai kecuali dengan menumpas perlawanan yang telah mengacaukan rencana upacara penguburan dan menggagalkan upaya-upaya penumpasan..!

Kemudian muncul proyek “Dhirar” yang dipimpin oleh Washington. Berbagai kontennya dirumuskan di ruang Think Tanks bawah tanah. Kemudian dirancang berbagai strategi pelaksanaan di pusat-pusat pembuatan kebijakan, lalu langkah-langkah operasional dilimpahkan kepada para sekutu regional. Setelah masing-masing pihak mengetahui posisinya dan mulai memenuhi berbagai komitmennya, bumi pun telah berhias dan penghuninya mengira bisa memetik hasilnya, turunlah Badai itu memorakporandakan rambu-rambu proyek dan meruntuhkan bangunannya.

Proyek “Dhirar” ini dibangun di atas tiga pilar.. Tetapi Badai al-Aqsa telah meluluhlantakkannya hingga rata dengan tanah.

Pilar pertama: Melikuidasi atau menghapus issu Palestina dan mengubahnya menjadi perselisihan prosedur seputar masalah-masalah sampingan antara otoritas dan Israel. Likuidasi ini berarti mengkriminalisasi perlawanan sehingga benteng-bentengnya harus dihancurkan, gerakan jihad harus diisolasi di Jalur Gaza, basis sosialnya harus dihalangi dari mendapatkan sarana kehidupan, dan rezim-rezim kawasan harus ikut memerangi gerakan perlawanan dengan semua kekuatan yang dimiliki, hingga Hamas dan Brigade al-Qassam menjadi identik dengan teroris dan geng-geng kriminal.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *