Analisis Rocky Gerung: Surya Paloh Pengusaha Penantang Jokowi, Bukan Pecundang!

Surya Paloh Pengusaha Penantang Jokowi
Rocky Gerung
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Hajinews.co.idPengamat politik Rocky Gerung memberikan analisanya soal pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Menurut Rocky Gerung, ada dua landasan yang dapat mengetahui tujuan suatu pertemuan, yaitu landasan kepentingan dan landasan karakter.

Bacaan Lainnya


Menurutnya, jika pertemuan ini digelar atas dasar kepentingan, maka Nasdem bisa merasa terganggu dan berusaha meraih akses kekuasaan.

Namun karena pertimbangan karakter, Rocky belum yakin Surya Paloh akan mendekati Jokowi untuk jabatan tersebut.

“Surya Paloh dari awal mengambil langkah berbahaya. Orang kaya Surya Paloh itu tidak mungkin bisa dibujuk oleh Jokowi atau minta dibujuk oleh Pak Jokowi. Keterangan Istana mesti kita ragukan,” ungkap Rocky Gerung yang dikutip dari youtube pribadinya.

Rocky Gerung melihat kedatangan Surya Paloh ke Istana dari sisi watak.

Menurutnya, Surya Paloh merupakan sosok yang selalu menantang, dan karakternya yang kuat membuatnya sulit untuk dipengaruhi atau diajak bekerja sama dengan Jokowi.

Pertemuan ini menjadi semakin menarik karena situasi politik yang sedang panas, meski hasil quick count cenderung menguntungkan Jokowi.

Namun, Rocky Gerung menegaskan bahwa perlu dipastikan bahwa Surya Paloh hadir sebagai “koboi” yang tidak akan tunduk, bukan sebagai “pecundang.”

Dosen Filsafat UI ini juga mencermati rekam jejak Surya Paloh, yang dikenal sebagai seorang pengusaha dan penantang.

Menurutnya, rekam jejak Surya Paloh sebagai penantang lebih dipilih olehnya, dan Surya Paloh memahami bahwa masyarakat tidak akan membiarkan dirinya bermain-main dengan kekuasaan

Rocky Gerung juga menyoroti pernyataan Istana yang dianggapnya menciptakan ketegangan.

Menurutnya, sinyal dari Istana seolah-olah ingin menunjukkan bahwa Surya Paloh mulai melemah, tetapi sebenarnya yang gelisah adalah Istana itu sendiri.

Pertemuan ini, menurut Rocky Gerung memperlihatkan kecemasan Jokowi terhadap dinamika politik yang terus berlangsung, terutama di kalangan masyarakat sipil.

Ia juga menegaskan bahwa Nasdem tetap akan mempertahankan sikapnya untuk membela masa depan yang diinvestasikan oleh masyarakat sipil.

“Orang seperti Pak Surya Paloh itu tidak mungkin bisa dibujuk oleh Jokowi atau minta dibujuk oleh Pak Jokowi,” tandas Rocky Gerung

Ini menggambarkan bahwa karakter Surya Paloh sulit untuk ditarik dalam kerangka kepentingan politik Jokowi.

Rocky Gerung yang mengaku mengenal Surya Paloh sejak era Orde Baru, menekankan bahwa Surya Paloh selalu bersikap kritis dan menentang.

Bahkan, ia membelot dari Cendana, menunjukkan bahwa Paloh selalu mengambil posisi oposisi terhadap rezim Suharto.

Dengan semua catatan ini, Rocky Gerung menyimpulkan bahwa pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi menjadi bagian penting dari dinamika politik yang terus berkembang.

Menurut Rocky Gerung watak penantang Surya Paloh tetap menjadi elemen kunci, dan dampak pertemuan ini masih akan menjadi sorotan dalam perjalanan politik ke depannya.***

 

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *