Apa Yang Terjadi Ketika Dada Rasulullah SAW Dibelah Oleh Malaikat Jibril

Dada Rasulullah SAW Dibelah Oleh Malaikat Jibril
Rasulullah SAW


banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.id – Saat Rasulullah berusia lima tahun, saat ia masih dalam asuhan Halimah as-Sa’diyah di desa Bani Sa’ad, terjadi peristiwa besar yang sekaligus menandakan masa depannya sebagai seorang nabi. Peristiwa ini disebut pembelahan dada (syaqqus shadr).

Seperti dikutip dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah ﷺ disarikan dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, suatu hari, ketika Rasulullah ﷺ bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba datang malaikat Jibril menghampiri dan menyergapnya. Lalu dia dibaringkan, kemudian dadanya dibelah, lalu hatinya diambil selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata, “Inilah bagian setan yang ada padamu.” Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dengan air zamzam, setelah itu dikembalikan ke tempat semula.Sementara itu, teman-teman sepermainannya melaporkan kejadian tersebut kepada Halimah seraya berkata, “Muhammad dibunuh… Muhammad dibunuh.” Maka mereka bergegas menghampiri tempat Rasulullah ﷺ semula, di sana mereka mendapatkan Rasulullah ﷺ dalam keadaan pucat pasi.Setelah kejadian tersebut, Halimah sangat khawatir terhadap keselamatan Muhammad kecil ﷺ. Akhirnya tak lama setelah itu, dia memutuskan untuk memulangkannya kepada ibunya di kota Makkah. Maka berangkatlah Halimah ke Makkah dan dengan berat hati dikembalikannya Rasulullah ﷺ kepada ibunya.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Adapun Rasulullah ﷺ disusukan juga oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Kemudian, sebagaimana adat kebiasaan masyarakat perkotaan waktu itu Ibunya mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya.

Maka terpilihlah seorang wanita yang bernama Halimah binti Abi Dzu’aib dari suku Sa’ad bin Bakr, yang kemudian lebih dikenal dengan panggilan Halimah as-Sa’diyah.

Sesungguhnya atas kehendak Allah jualah, hingga Halimah as Sa’diyah menyusui Rasulullah ﷺ ketika kecilnya. Sebab ketika pertama kali ditawarkan untuk menyusuinya, dia terasa enggan menerimanya, karena Rasulullah ﷺ anak yatim yang tidak dapat diharapkan imbalan materi yang layak darinya. Tetapi, ketika tidak didapatkan lagi bayi lain untuk disusui, maka diapun menerima bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Sa’ad.

Ternyata dia tidak salah pilih, karena yang dia susui telah Allah SWT persiapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi ini yang akan membawa jalan terang bagi umatnya yang beriman. Maka wajar, setelah itu kehidupan Halimah as-Sa’diyah penuh dengan keberkahan.

Demikianlah, lima tahun pertama kehidupan Rasulullah ﷺ, dia lalui di daerah perkampungan dengan kehidupan yang masih asri dan udara segar di lembah Bani Sa’ad.

Hal tersebut tentu saja banyak berpengaruh bagi pertumbuhan Rasulullah ﷺ, baik secara fisik maupun kejiwaan.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *