Keputusan Pahit, Indonesia Bakal Impor Lagi 500.000 Ton Beras

indonesia Bakal Impor Lagi 500.000 Ton Beras
banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Hajinews.co.idKepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi mengumumkan 500.000 ton beras impor akan masuk ke Indonesia secara bertahap. Ia juga menekankan agar penggunaan beras impor tetap dilanjutkan.

Arief mengatakan, pergerakan impor tersebut merupakan upaya untuk memenuhi cadangan beras pemerintah karena proses panen raya yang tertunda selama dua bulan. Dia menegaskan akan menghentikan aliran impor setelah dimulainya panen.

Bacaan Lainnya


“Hari ini stok di Bulog 1,4 juta ton. Kemudian kita juga siapkan setiap minggu itu ada bidding (penawaran) isinya 500 ribu ton dan akan masuk secara bertahap. Begitu panen raya, kita stop (importasi), karena kita ingin menjaga harga di tingkat petani,” ucap Arief dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).

Menurutnya, upaya tersebut jadi langkah terukur, mengingat ada segelintir program yang akan menggunakan beras impor tadi. Utamanya, kata Arief, digunakan untuk operasi pasar.

“Kita mohon maaf harus mengambil keputusan pahit dengan harus mengimpor. Tapi ini importasi yang terukur, jadi importasi ini hanya masuk ke gudang Bulog dan ini akan dipakai untuk intervensi pemerintah, seperti bantuan pangan, kemudian SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” jelasnya.

Tak cuma itu, ada pula program lainnya yang menggunakan beras impor. Misalnya suplai ke para penggiling padi, tujuannya menjaga profuktiivtas nysm

“Dan kebutuhan-kebutuhan khusus, misalnya untuk beras premium kita berikan kepada para penggiling padi. Tahun lalu sudah realisasi 200 ribu ton, yang tahun ini juga sudah disetujui Bapak Presiden diberikan 200 ribu ton lagi,” ungkapnya.

“Jadi penggiling padinya juga harus dijaga, karena penggiling padinya ini jangan sampai stop produksi, karena keterbatasan gabah,” sambung Arief.

Penyaluran dan Produksi

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022). Perum Bulog mendatangkan 5.000 ton beras impor asal Vietnam guna menambah cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan digunakan untuk operasi pasar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lebih lanjut, dia menghitung pada 2024 ini pihaknya akan menyalurkan CBP dengan target total sampai 2,6 juta ton. Ini untuk program bantuan pangan beras yang diestimasikan dalam 2 tahapan, lalu Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan lainnya.

“Kemudian target stok CBP di akhir 2024 harus bisa berada di atas 1,5 juta ton,” ujarnya.

Pada konteks produksi dalam negeri, Arief berharap panen raya akan berjalan dengan baik. Sejalan dengan itu, BUMN pangan telah ditugaskannya untuk bersiap menyerap produksi dalam negeri.

“Kita berharap dalam 2-3 bulan ini panen kita baik dan Bapak Mentan (Menteri Pertanian) sendiri sudah menyampaikan bahwa sudah menanam lebih dari 1 juta hektar di 1-2 bulan terakhir. Jadi kebutuhan beras bulanan 2,55 juta ton itu bisa dipenuhi apabila kita luas tanamnya minimal 1 juta hektar,” ungkapny.

“Tentunya Bulog di tahun ini telah kita tugaskan untuk memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), termasuk beras. Nanti saat panen raya telah datang, Bulog dan ID FOOD kita dorong untuk melaksanakan penugasan itu. Sedulur petani dan peternak silakan fokus pada kegiatan produksi,” imbuh Arief Prasetyo Adi.

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *