Tegas! Haedar Nashir: Muhammadiyah Tidak Berdiri di Atas Menara Gading



banner 800x800

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.id — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut, nilai dan pandangan keagamaan yang dimiliki oleh Muhammadiyah berasal dari landasan teologis, bukan dari kesepakatan yang bersifat antroposentris.

Pandangan yang berbasis nilai teologis ini memungkinkan Muhammadiyah untuk melihat berbagai persoalan.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Baik yang terkait urusan akhirat maupun dunia, termasuk pandangan mengenai pengelolaan alam.

Saat hadir pada puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, pada Rabu (5/6/2024), Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada kehidupan spiritual.

Selain fokus pada spiritual, kata dia, tetapi juga fokus pada tanggung jawab manusia dalam mengelola dan memakmurkan dunia sesuai dengan ajaran Islam.

“Membangun relasi kemanusiaan dan semesta untuk benar, baik, maju, dan lahirlah peradaban. Dan disitulah fungsi kita sebagai abdullah, sebagai khalifatul fil ardh,” Ujar Haedar.

Guru Besar Ilmu Sosiologi ini menekankan bahwa tugas manusia adalah untuk memakmurkan bumi dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, tanpa merusaknya atas nama pembangunan.

“Bangun dan jangan dirusak, bukan dijauhi dan disimpan. Itulah pandangan keagamaan yang perspektifnya dunia-akhirat,” ucapnya.

Pandangan teologis ini kemudian dikodifikasi menjadi sistem yang menjadi pondasi pergerakan Muhammadiyah.

Haedar mencontohkan bahwa meskipun pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah silih berganti, roda gerakan organisasi tetap berjalan sesuai dengan rel yang telah ditetapkan.

“Orang datang dan pergi, termasuk pimpinan Muhammadiyah-‘Aisyiyah, termasuk pimpinan rumah sakit, tapi sistem terus bergerak. Dan lewat sistem itu kita mengurus sesuatu yang objektif, profesional, akuntabel, selain ada pertanggungjawaban moral dalam amanah,” Haedar menuturkan.

Haedar bilang, sistem yang kokoh ini menjadikan Muhammadiyah profesional dalam mengemban amanahnya. Profesionalitas Muhammadiyah dapat dirasakan secara nyata melalui peran dalam mencerdaskan, menyehatkan, dan meningkatkan derajat bangsa Indonesia.

Lebih dari itu, Muhammadiyah tidak hanya menjunjung tinggi profesionalitas, tetapi juga nilai amanah dan kejujuran, yang menurut Haedar tidak ditemukan pada sistem yang hanya berbasis kesepakatan antroposentris.

Nilai-nilai teologis ini diwujudkan oleh Muhammadiyah dalam berbagai bentuk konkret seperti 172 perguruan tinggi, 120 rumah sakit, ribuan sekolah, termasuk Taman Kanak-Kanak, dan berbagai institusi lainnya.

sumber

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *