Butuh Dana Kembangkan UMKM?, Securities Crowdfunding Solusinya

banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



 

Jakarta, Hajinews.id – Pemerintah terus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Dari sisi pendanaan, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta, Inarno Djajadi mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan urun dana berbasis teknologi informasi atau securities crowdfunding.

“Masyarakat menyambut baik kebijakan yang disusun OJK tersebut. Saat ini banyak bermuncuan platform securities crowdfunding, sehigga akses pendanaan bagi UMKM bisa terbuka dan menjadi medium pemulihan ekonomi,” kata Inarno secara virtual, Jumat (23/4/2021).

Tak hanya itu, Inarno menilai, UMKM sebagai salah satu ciri negara berkembang. Besarnya pertumbuhan UMKM juga mampu mendorong pendapatan sebuah negara.

“Sebagian besar lapangan kerja di sebuah negara juga bisa tercipta. Jadi UMKM memiliki peran penting untuk meningkatkan pendapatan nasional dan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Meski demikian, kehadiran SCF sebagai salah satu instrumen pembiayaan masih memerlukan berbagai tindak lanjut. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan pemerintah dan otoritas terkait adalah mendorong pemanfaatan SCF secara luas di sektor usaha kecil-menengah.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, saat ini jumlah UMKM di indonesia lebih dari 64 juta unit usaha atau 99 persen dibandingkan jumlah usaha besar, yakni 5.500 unit usaha.

“Dengan securities crowdfunding, opsi pendanaan di Indonesia semakin lengkap. Perusahaan skala kecil yang membutuhkan dana dapat mengakses pasar modal melalui securities crowdfunding. Setelah perusahaan semakin berkembang, pendanaan yang lebih besar di aksesn melalui pasar modal Indonesia, dengan IPO dan tercatat di papan akselerasi,” tutur Inarno.

OJK secara resmi mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi untuk meningkatkan akses permodalan ekuitas bagi UMKM, yang kemudian diperluas tidak hanya penggalangan dana untuk penerbitan ekuitas namun juga pembiayaan proyek melalui Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding).

 

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *