Kultum 340: Apakah Doa Al-Iftitah Itu?

Apakah Doa Al-Iftitah Itu?
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.
banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.co.id – Agar mendapatkan kejelasan yang lebih tuntas, kita perlu memahami “apa yang disebut dengan doa al-Iftitah itu?” Iftitah adalah sebuah kata di dalam bahasa Arab, yang tertulis الإِفْتِتَاحُ. Secara linguistik (atau balaghah), arti kata Iftitah (الإِفْتِتَاحُ orإِفْتِتَاحٌ) adalah pembukaan. Karena itu, jika kita bertanya “Apa arti kata Iftitah?”, maka jawabannya adalah “pembukaan” karena arti harfiah dari kata tersebut adalah “pembukaan”.

Sebagai umat Islam, kita perlu memahami lebih jauh tentang “Apa doa Al-Iftitah itu?” Ada dua hal penting yang perlu kita perjelas tentang doa al-Iftitah ini. Secara harfiah, doa adalah permohonan, harapan, permohonan kepada Allah. Jadi, secara umum, jika seseorang mengucapkan doa, dia itu sedang meminta sesuatu kepada Allah, yakni mengharapkan sesuatu dari Allah; meminta sesuatu kepada Allah.

Jadi, jika dua kata itu digabung menjadi “doa iftitah” maka pertanyaan lengkapnya menjadi “Apakah doa iftitah itu”. Atas pertanyaan ini, maka jawabannya adalah “doa yang diucapkan sebagai doa pembuka” dalam melaksanaan shalat. Dengan demikian, jelaslah apa yang disebut dengan doa iftitah dalam shalat.

Mungkin lantas bertanya, mengapa dalam shalat kita perlu membaca doa iftitah atau doa pembukaan ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menjelaskan berdasarkan dali yang shahih dari Al-Qur’an atau dari Hadits. Dalamhal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, setelah setelah bertakbir dan sebelum mulai membaca al-Faatihah, beliau membaca al-Istiftaah atau “permohonan pembuka”.

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memulai shalat, dia akan diam untuk sementara waktu. Aku berkata, “Semoga ayah dan ibuku dikorbankan untukmu, ya Rasulullah. Apa yang kamu katakan ketika kamu diam antara takbir dan bacaan?” Dia berkata, “Aku berkata, Allahumma baa’id baini wa baina khathaayaaya kama baa’adta baina al-mashriqi wa’l-maghrib. Allahumma naqqini min khataayaaya kama yunaqqa al-tsawb al-abyad min al-danas. Allahummaghsilni minal khataayaaya bi’l-tsalji wa’l-maa’i wa’l-barad”.

Artinya: “Ya Allah, jauhkan jarak yang jauh antara aku dan dosa-dosaku, sebesar jarak yang Engkau buat antara Timur dan Barat. Ya Allah, bersihkan aku dari dosa seperti pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkan dosa-dosaku dengan salju dan air dan hujan esno” (HR. al-Bukhaari no. 711; Muslim no. 598).

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *