Kultum 342: Beberapa Bacaan Iftitah yang Juga Shahih

Bacaan Iftitah yang Juga Shahih
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.
banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.co.id – Dari berbagai macam dan versi doa iftitah dan dari segi bacaan, ada doa iftitah yang lebih panjang karena menggabungkan dua versi doa iftitah. Namun demikian, doa iftiftah ini konon justru juga paling sering dibaca oleh umat Islam di Indonesia. Doa iftiftah tersebut adalah,

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا

وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ

وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ

الْمُشْرِكِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ

وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ

وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya:

Allah maha besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itulah aku di perintah dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Selain doa iftitah versi di atas, ada doa iftitah yang hampir sama seperti doa iftiftah tersebut, hanya saja tanpa disertai bacaan “Allaahu akbar kabiiraa wal-hamdu – – – sampai waasiila”. Menurut riwayat yang shahih, doa ini sering dibaca Rasulullah Shallalalahu ‘alaihi wasallam saat shalat malam. Salah satu alasannya adalah karena bacaan doa iftiftah ini lebih panjang dan akan lebih khusyuk saat dibaca di malam hari yang tenang. Jadi, redaksinya menjadi sebagai berikut,

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ

وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ

الْمُشْرِكِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ

وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . إِنَّ صَلاَتِيْ

وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ

رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya:

Allah maha besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itulah aku di perintah dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (HR. Muslim, No. 185).

Sementara itu, di antara berbagai lafazh doa iftitah yang sama-sama masyhur di atas, maka dalam pandangan madzhab Hanafi dan Hanbali, dan ini yang sering dipakai oleh Umar, Ibnu Mas’ud, Al-Auza’i, Ats-Tsauri bahwa lafazh doa iftitah yang mereka pilih adalah lafazh doa yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha yang berbaca,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ

اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إلَهَ غَيْرُكَ

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *