Kultum 365: Untungnya Berteman Orang-Orang Shalih

Berteman Orang-Orang Shalih
Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Oleh: Dr. H. Rubadi Budi Supatma, Wakil Ketua Departemen Kelembagaan dan Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP IPHI.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bacaan Lainnya


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Pembaca yang dirahmati Allah,

Hajinews.co.id – Sungguh memiliki teman orang-orang shalih merupakan suatu keuntungan dan merupakan karunia dari Allah yang luar biasa. Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkata, “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara seiman yang shalih. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat”.

Hal ini karena akhlak dan perilaku yang dimiliki seseorang sangat dipengaruh oleh akhlak dan perilaku lingkungan sekitarnya. Sementara itu, agama yang kita pilih sebagai nafas kehidupan kita ini memberikan panduan untuk selalu bergaul dengan orang-orang shalih agar akhlak dan perilaku kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Artinya, dengan bersama orang-orang shalih, kita akan senantiasa termotivasi untuk melakukan hal-hal yang juga senafas dengan Islam ini.

Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ

كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ،

لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ

أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ

أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Artinya:

Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk (H.R. Bukhari dan Muslim).

Melihat berbagai kebaikan orang shalih akan dapat memicu adanya rasa cemburu yang positif. Hal ini akan menumbuhkan motivasi untuk bisa melakukan amal shalih seperti yang mereka lakukan. Hal itu merupakan kecemburuan yang diperbolehkan dalam agama ini adalah cemburu pada kebaikan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ

مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ،

وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقْرَؤُهُ

آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Artinya:

Janganlah hasad (iri) kecuali dalam dua perkara: kepada seseorang yang Allah berikan harta kemudian dia menginfakannya di sebagian malam dan siangnya, dan kepada seseorang yang Allah berikan Al-Qur’ an dan dia membacanya di sebagian besar malam dan siangnya (HR. Muslim).

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *