Hikmah Malam: Doa Untuk Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Doa Untuk Perjalanan Jauh
Doa Untuk Perjalanan Jauh
banner 678x960

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



banner 678x960

banner 400x400

Hajinews.co.idDianjurkan bagi umat Islam untuk berdoa selama beraktivitas, termasuk dalam perjalanan jauh, agar apa yang dilakukannya mendapat keberkahan, rahmat dan keridhaan Tuhan Yang Maha Esa. Di bawah ini adalah doa perjalanan jauh yang bisa dipanjatkan.

Doa untuk perjalanan jauh adalah sesuatu yang dicari banyak umat Islam di akhir Ramadan. Banyak umat Islam yang berniat untuk mudik ke tempat asal atau tempat lahirnya, yang seringkali membutuhkan perjalanan jauh. Dapat dikatakan bahwa Doa perjalanan jauh memerlukan keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Bacaan Lainnya


Selain itu, waktu perjalanan dianggap sebagai waktu paling mujarab untuk berdoa dan dikutip dari buku “ Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya karya Abdul Hamid. Hal ini dinyatakan dalam hadis.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Merangkum buku Taddabur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad dan buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan yang bersandar pada sejumlah hadits, berikut bacaan doa perjalanan jauh sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Doa Perjalanan Jauh

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ketika hendak melakukan perjalanan jauh Rasulullah SAW naik ke untanya, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa berikut,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allahumma inna nas-aluka fi safarinä hädal birra wat-taqwa, wa minal ‘amali ma tarda, allahumma hawwin ‘alaina safarana häda wațwi ‘annă bu’dah, allahumma antaşşahibu fissafari wal halifatu fil ahli, allahumma inni a’ūdu bika min wa’täis safari wa kaabatil manzari wa süil munqalabi fil mali wal ahli.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga.” (HR Muslim)

Doa Pulang dari Bepergian

Rasulullah SAW membaca doa ini ketika kembali dari ekspedisi, haji, atau umrah.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آيْبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ

وَحْدَهُ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa Ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in-qadiir. Aa-yibuna, taa-ibuuna, ‘aa-biduna, li-rabbinaa haamiduuna. Shadaqallaahu wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal- ahzaaba wahdah.

Artinya: “Allah Mahabesar (tiga kali, di atas tempat yang tinggi). Tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad), dan mengalahkan musuh-Nya sendirian.” (HR Bukhari)

Doa Naik Kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنتَ.

Bismillaahi wal hamdulillah Subhaanalladzii sakh-khara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamun-qalibuun. Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah. Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Subhaanakallaahumma innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Mahabesar (3x). Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *