Hikmah Pagi : 6 Etika Silaturahmi, Lakukanlah Hal Ini Ketika Kamu Bertamu

Etika Silaturahmi
Silaturahmi


banner 800x800

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idSilaturahmi adalah ikatan yang mengikat kasih sayang antara Muslim. Hal ini bukan sekedar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, namun merupakan amalan yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya

Hubungan antar umat Islam bukan sekedar silaturahmi, namun penuh makna dan etika yang perlu dipahami dan diamalkan.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Dalam Islam, silaturahmi tidak hanya sekedar bertemu dan berbincang secara langsung, namun juga untuk mempererat tali persaudaraan, berbagi kasih sayang, dan mempertebal keimanan. Adab dalam silaturahmi merupakan pedoman penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis sesuai dengan syariat Islam.

Etika Silaturahmi

Etika silaturahmi merupakan seperangkat tata krama dan norma yang mengatur interaksi antar Muslim dalam menjalin hubungan. Etika ini bukan hanya tentang sopan santun, namun juga tentang bagaimana silaturahmi dilakukan dengan penuh keikhlasan, rasa hormat, dan sesuai dengan syariat Islam.

Dilansir dari laman Kemenag, berikut ini adalah etika silaturahmi yang dijabarkan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar:

  1. Dahulukan Mengunjungi Kerabat Dekat

Memulai silaturahmi dengan mengunjungi kerabat dekat, seperti orang tua, saudara kandung, dan paman/bibi, mencerminkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak melupakan mereka dan menempatkan mereka di posisi pertama dalam menjalin tali persaudaraan.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Isra ayat 26, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya..”.

  1. Memberikan Sesuatu Sekadar Oleh-oleh

Memberikan hadiah atau oleh-oleh kepada tuan rumah merupakan wujud rasa syukur dan penghargaan atas jamuan yang hangat. Tidak perlu mahal, yang terpenting adalah ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan.

Hadiah ini menjadi simbol kepedulian dan bisa menyenangkan tuan rumah. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Kebaikan yang paling Allah senangi setelah ibadah fardhu adalah memberikan kebahagiaan kepada saudara semuslim.” (H.R. ath-Thabrani).

  1. Memberi Nasihat bagi Kerabat yang Membutuhkan

Silaturahmi bukan hanya tentang menyambung tali persaudaraan, tetapi juga tentang saling menguatkan dan menebar kebaikan. Memberikan nasihat yang tulus, membangun, dan sesuai dengan syariat Islam kepada kerabat yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Allah SWT berfirman dalam surah Asy-Syu’ara’ ayat 214, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”

  1. Bersedekah kepada yang Membutuhkan

Memperluas makna silaturahmi dengan membantu mereka yang membutuhkan. Sedekah ini menjadi bukti nyata kepedulian dan rasa persaudaraan, tidak hanya terpaku pada pertemuan fisik.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali Imran ayat 92, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Apapun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

  1. Tidak Membalas Keburukan dan Tidak Mengharap Silaturahmi Balasan

Menjaga kemuliaan hati dengan tidak membalas keburukan dan tidak mengharapkan balasan atas silaturahmi yang dilakukan. Silaturahmi yang tulus ikhlas dilakukan tanpa pamrih dan tanpa menuntut imbalan.

Allah SWT berfirman dalam surah Ar-ra’d ayat 21, “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan (seperti silaturahmi), takut kepada Tuhannya, dan takut (pula) pada hisab yang buruk.”

Nabi bersabda, “Yang disebut penghubung kekerabatan (orang yang bersilaturahmi dengan sempurna), bukanlah yang membalas hubungan kekerabatan. Yang benar adalah menghubungkan kembali tali kekerabatan yang terputus.” (HR. Bukhari).

  1. Menundukan Pandangan, Menjauhi Khalwat, dan Menjaga Lisan

Menundukan pandangan, menjauhi khalwat, dan menjaga lisan merupakan wujud rasa hormat dan menjaga diri dari perbuatan haram. Etika ini penting untuk diterapkan dalam setiap interaksi, termasuk saat bersilaturahmi.

Dalam surah An-Nur ayat 30 Allah SWT berfirman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka.”

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *