Saham Bank BSI (BRIS) Semakin Tertekan Setelah Muhammadiyah Menarik Dana Triliunan

Saham Bank BSI (BRIS) Semakin Tertekan
Bank BSI


banner 800x800

banner 678x960

Daftar Donatur Palestina



Hajinews.co.idPergerakan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mendapat tekanan jual investor asing pada pekan lalu.

Pada akhir pekan lalu, Minggu (9/6/2024), investor asing mencatatkan jual bersih saham BRIS senilai Rp 51,33 miliar selama sepekan.

Bacaan Lainnya
banner 678x960

banner 400x400

Meski demikian, investor asing masih aktif membeli saham BRIS sepanjang tahun ini. Tercatat pembelian bersih awal tahun hingga 2024 mencapai Rp 938,02 miliar. Pergerakan saham BRIS hari ini, Senin (10/6/2024),

Hingga pukul 11.58 WIB jelang penutupan sesi I, menunjukkan harga saham BRIS berada di 2.130, turun signifikan dari harga pembukaan hari ini di 2.180.

Saham BRIS menunjukkan tren yang kurang baik sejak pertengahan Mei lalu meski sempat menguat pada 4 juni 2024.

Berdasarkan data Bloomberg Terminal, ada 16 sekuritas yang memberikan rekomendasi untuk saham BRIS. Mayoritas dari mereka masih menilai saham BRIS menarik untuk dikoleksi.

Pada pekan lalu, sebanyak 14 sekuritas memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham BRIS, sementara hanya dua sekuritas yang menyarankan untuk tahan (hold).

MNC Sekuritas merekomendasi overweight untuk sektor perbankan di tengah kenaikan suku bunga acuan dan biaya kredit yang lebih tinggi.

Analis Victoria Venny menuliskan, BRIS dan BBCA jadi dua emiten yang direkomendasikan karena dianggap memiliki prospek kuat dari sisi aset dan net interest margin (NIM) yang stabil. BRIS direkomendasikan untuk beli (buy) dengan target harga Rp3.000.

Kinerja keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) tercatat stabil, dengan total aset per April 2024 mencapai Rp350,67 triliun, meningkat 11,94% secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp293,2 triliun, tumbuh 9,41% yoy. Pembiayaan BSI mencapai Rp251,58 triliun, meningkat 17,94% yoy.

Sebagai informasi, PP Muhammadiyah secara resmi menarik dana mereka yang mencapai triliunan rupiah dari Bank BSI ke bank syariah lain.

Keputusan ini tertuang dalam surat Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai konsolidasi keuangan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Surat bertanggal 30 Mei 2024 tersebut meminta rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan di BSI ke bank syariah lain, seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, dan lainnya.

Sumber: suara

banner 800x800

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *